Grafis Revolusioner Berteknologi HBM

Don’t just upgrade. Revolutionize with the AMD RadeonTM R9 Fury Series Graphics Card 

Kilas balik ke waktu yang lalu di tahun 1999 sewaktu ATi belum bergabung dengan AMD, ATi meluncurkan keluarga video card ATi Rage Fury berkemampuan tinggi yang berasal dari video card  kelas workstation, ATi Magnum, namun dimodifikasi dan ditujukan untuk Gamers. Kartu ini diperkenalkan sebagai “monster” dengan teknologi yang terbilang revolusioner saat itu: Alternate Frame Rendering (AFR) yang merupakan pemanfaatan 2 Graphics Processing Unit (GPU) pada sebuah video card untuk menghasilkan kualitas gambar tinggi secara cepat.
Dalam waktu singkat, kartu bernama “Fury” ini menjadi sangat populer dikarenakan performa hebatnya pada olah grafis mode warna 32-bit yang terbilang demanding pada masa itu. Keadaan ini terasa mirip dengan masa sekarang ketika di tahun 2015 ini AMD pun menghadirkan jajaran grafis tertingginya untuk high-end gaming dengan nama yang sama: AMD Radeon R9 Fury Series.
Terlepas dari ragamnya yang cukup banyak, seluruh varian AMD Radeon R9 Fury Series  punya satu kesamaan dengan pendahulunya yaitu merevolusi teknologi di bidang grafis. Menggunakan High Bandwidth Memory (HBM) dengan bandwidth lebih tinggi 60% plus performance per watt 4x lebih efisien jika dibandingkan dengan grafis generasi sebelumnya, bahkan mampu sajikan bus width sangat lebar hingga 4.096-bit berukuran 4.096 MB atau 4 GB di setiap chip Fiji, keluarga AMD Radeon R9 Fury Series merupakan kartu grafis pertama di dunia yang mampu memenuhi permintaan gaming di resolusi tinggi bahkan Virtual Reality dengan sangat optimal, menggantikan GDDR5 SGRAM yang sudah lama berkiprah di dunia teknologi grafis sejak tahun ’90-an.
HBM sendiri dicetuskan karena teknologi GDDR5 SGRAM yang sudah mencapai titik jenuh. Semakin tinggi tuntutan olah grafis di masa mendatang maka akan semakin banyak tempat yang diperlukan oleh GDDR5 SGRAM pada Printed Circuit Boards (PCB) sebuah kartu grafis karena metoda penyusunan yang harus disusun secara horizontal agar dapat mencapai kapasitas dan kecepatan yang diperlukan untuk piranti keras berperforma tinggi. Selain membuat ukuran kartu grafis menjadi terlalu besar, konsumsi daya kartu grafis dengan GDDR5 SGRAM menjadi lebih tinggi 3x lipat dari HBM karena dibutuhkan clock speed tinggi untuk mencapai bandwidth besar pada desain grafis yang masih menggunakan memori GDDR5 SGRAM. Hal ini tentunya akan mengakibatkan keseluruhan konsumsi daya perangkat grafis yang menggunakan GDDR5 SGRAM menjadi tidak ekonomis. Oleh karena itulah HBM hadir dengan desain memory yang disusun secara vertikal, lebih irit daya namun mampu memberikan bandwidth tinggi yang dibutuhkan untuk gaming terkini, dimana sudah tersedia secara komersil berkat upaya AMD bekerjasama dengan SK Hynix dan beberapa partner lainnya dalam rentang penelitian hingga 7 tahun lamanya untuk mewujudkannya menjadi nyata.

Komentar

Postingan Populer